Efek Samping Dialysis Bagi Penderita Gagal Ginjal

3 Jan

Efek Samping Dialysis Bagi Penderita Gagal Ginjal,- Hemodialisis atau cuci darah berasal dari kata “hemo” yang berarti darah dan “dialisis” artinya pemisahan zat-zat tertentu. Hemodialisis berarti berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh, yang menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis.

Cuci darah atau dialisis merupakan suatu metode yang ditempuh oleh penderita gagal ginjal untuk melakukan proses penyaringan darah. Darah akan secara rutin tercuci dari zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam ginjal. Cuci darah ini menjadi hal yang wajib dilakukan secara medis guna untuk menggantikan fungsi kerja dari ginjal yang rusak.

Efek Samping Dialysis Bagi Penderita Gagal GinjalCara Kerja Dailisis

Pada hemodialisis, darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan dierarkan dalam sebuah mesin di luar tubuh, sehingga cara ini memerlukan jalan keluar-masuk aliran darah. Untuk itu dibuat jalur buatan di antara pembuluh arteri dan vena atau disebut fistula arteriovenosa melalui pembedahan. Lalu dengan selang darah dari fistula, darah dialirkan dan dipompa ke dalam mesin dialisis. Untuk mencegah pembekuan darah selama proses pencucian, maka diberikan obat antibeku yaitu Heparin.

Sebenarnya proses pencucian darah dilakukan oleh tabung di luar mesin yang bernama dialiser. Di dalam dialiser, terjadi proses pencucian, mirip dengan yang berlangsung di dalam ginjal. Pada dialiser terdapat 2 kompartemen serta sebuah selaput di tengahnya. Mesin digunakan sebagai pencatat dan pengontrol aliran darah, suhu, dan tekanan.

Peritoneal dialysis menggunakan lapisan perut atau peritoneum sebagai filter dalam menyaring sisa-sisa metabolisme tubuh yang terkandung di dalam darah. Dalam prosesnya, peritoneal dialysis menggunakan selang kecil yang dipasang pada bagian perut. Dalam selang tersebut terdapat cairan dialysis yang dapat membantu memindahkan sisa-sisa metabolisme di dalam darah untuk dibersihkan dengan cairan tersebut. Prosesnya hanya 30 sampai 40 menit, namun pasien harus mengulanginya selama 4 kali dalam sehari.

Efek Samping Dialysis Bagi Penderita Gagal Ginjal

Kedua Jenis Dialisis tersebut merupakan pengobatan yang dapat menyelamatkan hidup penderita gagal ginjal. Namun, dibalik itu semua, ternyata dialisis dapat menimbulkan efek samping yang sangat merugikan bagi kesehatan tubuh, seperti :

  • Kelelahan –  Di mana Anda merasa lelah dan kelelahan sepanjang waktu, adalah efek samping yang umum pada orang yang menggunakan salah satu bentuk dialisis secara jangka panjang. Kelelahan diduga disebabkan oleh kombinasi dari:
    1.  Hilangnya fungsi ginjal yang normal
    2. Efek dialisis dapat memiliki pada tubuh
    3. Pantangan berhubungan dengan dialisis
    4. Keseluruhan stres dan kecemasan bahwa banyak orang dengan    pengalaman gagal ginjal
  • Hernia – Hernia merupakan salah satu gejala yang timbul sebagai efek samping dari cuci darah menggunakan metode peritoneal dialysis. Hal ini disebabkan karena adanya cairan yang bertahan sangat lama pada bagian rongga peritoneal dapat memicu terjadinya ketegangan pada bagian otot perut, yang mengakibatkan terjadinya hernia.
  • Kenaikan Berat Badan – Cairan dialysis yang dimasukkan ke dalam tubuh ketika proses cuci darah dengan metode ini, berlangsung dengan memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Hal ini akan berefek langsung terhadap berat badan yang akan naik secara drastis karena tingginya kandungan gula yang masuk ke dalam tubuh pasiennya.
  • Tekanan Darah Rendah – Tekanan darah rendah atau hipotensi, merupakan salah satu efek samping yang umum terjadi pada pasien yang menggunakan metode hemodialysis. Hal ini terjadi karena kurangnya cairan yang terdapat di dalam tubuh. Hipotensi atau tekanan darah rendah ini dapat menyebabkan :
    1.  Nausea
    2. Pusing
    3. Sakit kepala
  • Infeksi Bakteri Staphylococcal – Bakteri staphylococcal merupakan jenis bakteri yang mungkin dapat menginfeksi dan berkembang dalam proses cuci darah hemodialysis ini. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada bagan kulit, seperti kulit yang terasa terbakar.
  • Sepsis – Sepsis merupakan keadaan di mana infeksi bakteri staphylococcal yang sudah menjalar melalui organ-organ lain atau blood poisoning (keracunan darah).
  • Keram pada otot – Keram dapat terjadi karena hilangnya atau berkurangnya cairan tubuh dan biasanya terjadi pada bagian kaki.
  • Gatal pada kulit – Kandungan potasium yang tinggi dianggap menjadi penyebab dari gatal gatal ini.
  • Insomnia – Insomnia atau susah tidur merupakan efek samping yang dapat terjadi sebagai akibat dari metode cuci darah hemodialisis.
  • Sakit pada tulang dan persendian – Sakit pada tulang dan persendian merupakan salah satu efek samping yang ditimbulkan karena kekurangan cairan pada tubuh.

Itulah beberapa efek samping cuci dara yang bisa berdampak pada kesehatan Anda. Apabila Anda ingin melakukan dialisis, sebaiknya pikirkan kembali rencana Anda. Mengingat yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali cuci darah tidak sedikit.

Untuk Anda yang ingin melakukan pengobatan gagal ginjal tanpa cuci darah, kami pastikan Anda berada di website yang tepat dalam menyembuhkan gagal ginjal yang sedang Anda derita. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa kunjungi Terapi Obat Gagal Ginjal Tanpa Cuci Darah.

Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat

By Obat Penyakit Asma Bronkial

Simak juga :

Efek Samping Dialysis Bagi Penderita Gagal Ginjal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *